menu
  • Inspirasi Millenial
  • Viral
  • Galeri
  • Video
  • LAINNYA

# Bitcoin

  • G-20 Luncurkan Kerangka Kerja Pengawasan Bitcoin Cs – read more
  • Bitcoin Sudah Bisa Penuhi Syariat Islam – read more
  • Polisi Ungkap Judi Bola Pakai Bitcoin Senilai Rp 21 Triliun – read more
  • Nilai Bitcoin Bak Roller Coaster, Bisa 'Cuan' Rp 200.000/Jam! – read more
10 Eksekusi Mati Yang Paling Kejam Dan Mengerikan Sepanjang Sejarah
Next Posts
Saking kejamnya sampai ada yang menyebut sangat tidak manusiawi.

79,002 views

brilio.net - Peristiwa hukuman mati sudah terjadi sejak zaman peradaban kuno manusia. Eksekusi mati ini dilakukan kepada seseorang saat terbukti melakukan kesalahan besar, yang tak cukup dengan dipenjara, dan tak bisa dibayar dengan apa pun kecuali harus dihukum mati.

Namun tahukah kamu, jika sejak zaman dulu ada banyak metode eksekusi mati yang sangat kejam dan sadis? Saking kejamnya sampai ada yang menyebut sangat tidak manusiawi.

Nah, 10 metode eksekusi hukuman mati ini contohnya. Namun metode-metode membunuh pelaku kejahatan ini hampir semuanya sudah dilarang di seluruh negara dunia. Beberapa di antaranya adalah pembakaran dan menggergaji manusia. Hiiii...

Daripada kamu penasaran, langsung simak ulasannya di bawah ini, 10 eksekusi mati paling ngeri dan kejam, seperti dilansir brilio.net dari Listamaze, Jumat (21/7). Awas merinding!

1. Merebus manusia.

1. Merebus manusia.

Eksekusi dengan cara merebus ini sudah kerap dipraktikkan di banyak bagian Eropa sebagai hukuman mati bagi para tahanan. Korban yang telah ditelanjangi akan didudukkan di dalam bak mandi dengan cairan mendidih, dalam bentuk air, asam, hingga minyak panas.

Tujuan eksekusi ini adalah untuk memisahkan kulit dan otot si pelaku kejahatan sampai mati. Ngeri banget, ya?

2. Penyiksaan tikus

2. Penyiksaan tikus

Seperti namanya, penyiksaan tikus ini adalah metode eksekusi mati menggunakan tikus untuk membunuh manusia yang masih hidup. Metode eksekusi ini sering digunakan pada zaman Elizabeth oleh umat Katolik Roma.

Teknik di balik eksekusi ini cukup sederhana dan murah. Tikus yang masih di dalam kandang akan diambil sekandang-kandangnya, lalu diletakkan di atas badan manusia, biasanya di atas kepala atau perut. Kandang tikus ini mempunyai lubang di bagian bawahnya.

Eksekusi ini akan segera dimulai ketika sang tikus di dalam kandang itu 'marah' dan merasa kegerahan, karena di bagian bawah kandang itu akan diberi arang panas. Usai panasnya hilang, kemudian tikus itu akan dibiarkan menggerogoti badan manusia di bawahnya lewat lubang tersebut. Tikus itu akan merobek tubuh korban sampai mati.

3. Lingchi.

3. Lingchi.

Lingchi, adalah kata Cina yang mengacu pada 'kematian dari seribu potongan'. Hukuman ini adalah metode eksekusi mati yang sangat biadab dan banyak dipraktikkan oleh orang Tionghoa pada tahun 900 masehi.

Teknis dari eksekusi ini adalah mengiris korban di berbagai wilayah tubuh sampai mati. Begitu korban pingsan karena kehilangan darah berlebih, para eksekutor akan menusuk jantung dan hati sebagai sentuhan terakhir terhadap pembunuhan tersebut. Setelah ditusuk-tusuk badannya, kepala korban juga akan dipotong.

Pada tahun 1905, metode eksekusi mati ini akhirnya dilarang keras oleh pemerintah karena dianggap terlalu sadis dan tidak manusiawi.

4. Flaying.

4. Flaying.

Kamu bisa bayangkan rasanya nggak, kalau kulitmu dikuliti secara perlahan dan brutal menggunakan pisau tajam? Flaying ini adalah salah satu metode eksekusi mati kejam yang pernah dilakukan di Timur Tengah dan Afrika sekitar seribu tahun lalu.

Metode ini digunakan untuk menimbulkan rasa takut kepada publik yang terlibat dalam kejahatan pembunuhan. Eksekusi ini tidak tebang pilih, bisa dilakukan baik kepada pembunuh, tentara, dan budak.

Pelaku kejahatan akan dipaku di meja dan para eksekutor akan mengirisi kulit agar terlepas dari otot. Disebut sadis dan menyeramkan karena pada saat pengirisan kulit itu, si pelaku kejahatan juga sembari ditaburi banyak garam agar semakin mengerang kesakitan. Kejam.

Korban dipastikan akan meninggal perlahan akibat dehidrasi dan kehilangan darah.

5. Roda penyiksaan.

5. Roda penyiksaan.

Metode eksekusi abad ke 18 yang paling brutal adalah roda penyiksaan. Metode eksekusi mati ini digunakan untuk membunuh para penjahat di depan umum dengan cara menghancurkan tubuh mereka.

Roda yang digunakan benda ini secara khusus dibuat sedemikian rupa dan dapat memudahkan saat menjepit kedua kaki korban ke jari-jari roda. Saat putaran roda dimulai, si korban juga terus dipukul dengan keras untuk melepuhkan tulang-tulangnya.

Korban akan meninggal akibat dehidrasi berlebih dan kehilangan darah. Setelah dipastikan meninggal, korban akan didiamkan di tempat itu sampai burung-burung memakan bangkainya. Ngeri.



REAKSI ANDA?