menu
  • Inspirasi Millenial
  • Viral
  • Galeri
  • Video
  • LAINNYA

# Bitcoin

  • G-20 Luncurkan Kerangka Kerja Pengawasan Bitcoin Cs – read more
  • Bitcoin Sudah Bisa Penuhi Syariat Islam – read more
  • Polisi Ungkap Judi Bola Pakai Bitcoin Senilai Rp 21 Triliun – read more
  • Nilai Bitcoin Bak Roller Coaster, Bisa 'Cuan' Rp 200.000/Jam! – read more
Cerita Seram Ojek Online Antar Makanan, Alamatnya Ternyata Kuburan!
Next Posts
Hantu pun sepertinya beradaptasi dengan kemajuan teknologi dunia manusia

13,581 views

Ilustrasi. (foto: ist/net)

Cerita hantu selalu menakutkan, namun selalu menarik rasa penasaran semua orang yang mendengarnya. Entah berhubungan atau tidak, seiring perkembangan zaman, berkembang pula cerita hantu yang terlibat dengan perkembangan teknologi. Salah satu cerita tersebut adalah cerita hantu yang memesan makanan melalui ojek online berbasis teknologi aplikasi ponsel pintar. Hal ini dialami oleh Gus Pur, driver salah satu ojek online ternama di Indonesia dan beroperasi di Bali.  Ia berkeliling Pulau Dewata menjajakan jasa ojek online. 

Seperti biasa, Gus Pur mangkal di sekitaran Denpasar, termasuk di Malam Jumat. Ketika asyik ngobrol-ngobrol dengan rekannya sesama driver ojek online, tiba-tiba saja aplikasi di ponselnya menandakan adanya pesanan makanan. Secepat kilat ia sambar handphone miliknya. Sekali sentuh saja, order mie di sekitar bunderan Teuku Umar ia terima. Satu jam lamanya ia antre untuk pesanan mie yang terkenal super pedas itu. Entah kebetulan atau tidak, nama restoran yang di pesan pelanggan menggunakan nama kuburan besar di kawasan Tanah Abang, Jakarta Pusat. Ia lantas memacu sepeda motornya setelah pesanan siap, menuju alamat pemesan yang terletak di lantai tiga sebuah pertokoan nomor 217 di samping Terminal Tegal, Imam Bonjol, Denpasar. Ia awalnya sama sekali tak curiga. Ia terus saja memperhatikan peta di aplikasi telepon selularnya. Ia terperanjat ketika aplikasi mengarah masuk ke dalam kuburan yang terletak di samping terminal.

Pesanannya diminta diantar ke ruko nomor 217 lantai 3 Terminal Tegal. Tapi arahnya map-nya masuk ke dalam kuburan. Ia coba jalan lain, tapi arahnya juga tetap saja mengarah ke dalam kuburan. Kendati begitu, Gus Pur masih menepis kecurigaannya. Ia bertanya kepada masyarakat sekitar alamat ruko tersebut. Warga sekitar mengatakan tak ada ruko berlantai tiga nomor 217. Dia juga bertanya pada tukang bemo (angkot) dan taksi di sana, tidak ada katanya. 

Karena Pur bukan tipe orang yang mudah menyerah, sekali lagi dia cari alamat tersebut. Hampir satu jam lebih ia putari dan telusuri terminal dan kuburan Tegal. Jalan dari arah utara, selatan, barat dan timur sudah dicoba, tetap saja map mengarah masuk ke dalam kuburan. Seketika bulu kuduknya berdiri. Ia langsung tancap gas meninggalkan lokasi. Apalagi setelah memesan, nomor telepon pelanggan hilang begitu saja.

Memang, di samping Terminal Tegal terdapat kompleks pekuburan. Jika malam hari, di sekitar lokasi cukup sepi. Lampu mercury begitu redup menerangi jalan yang menghubungkan Imam Bonjol menuju Monang-Maning itu. 

Esok paginya Gus Pur kembali ke lokasi karena ia penasaran. Ia menggunakan map sama seperti pemesanan malam itu. Benar saja, tak ada alamat dimaksud. Sontak saja, cerita Gus Pur yang mendapat pesanan gaib menyebar cepat dari mulut ke mulut. Meski menyeramkan, warga sekitar menjadi penasaran bagaimana bisa hantu memesan makanan melalui aplikasi smartphone menggunakan teknologi tinggi. 

 

REAKSI ANDA?

Facebook Conversations



Artikel Terkait