menu
  • Inspirasi Millenial
  • Viral
  • Galeri
  • Video
  • LAINNYA

# Bitcoin

  • G-20 Luncurkan Kerangka Kerja Pengawasan Bitcoin Cs – read more
  • Bitcoin Sudah Bisa Penuhi Syariat Islam – read more
  • Polisi Ungkap Judi Bola Pakai Bitcoin Senilai Rp 21 Triliun – read more
  • Nilai Bitcoin Bak Roller Coaster, Bisa 'Cuan' Rp 200.000/Jam! – read more
Mengenal Sisi Lain MSG, Zat Tambahan Pangan Yang Bikin Masakan Lezat
Next Posts
MSG seringkali disimpulkan oleh masyarakat awam sebagai zat negatif

20,061 views

Ilustrasi MSG. ©shutterstock

Merdeka.com - MSG atau Monosodium glutamate merupakan zat tambahan pangan yang banyak digunakan di ragam olahan makanan atau minuman saat ini. MSG menjadi topik yang menarik, hangat, dan aktual untuk dibahas. Terutama karena seringnya pemberitaan yang menonjolkan sisi negatif dari MSG seperti menimbulkan keracunan, menurunkan kecerdasan otak, hingga menjadi salah satu penyebab kanker. Sehingga MSG seringkali disimpulkan oleh masyarakat awam sebagai zat negatif.

Benarkah demikian?

Dari buku berjudul Review Monosodium glutamate pro dan kontra, sebenarnya dijelaskan bahwa MSG aman untuk dikonsumsi asal tidak berlebihan. Bahkan berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 033 tahun 2012 tentang Bahan Tambahan Pangan (BTP), MSG dinyatakan aman untuk digunakan sebagai bahan tambahan pangan untuk penguat rasa yang diizinkan dengan batas maksimum penggunaan secukupnya.

Berikut adalah penjelasan lebih lanjutnya.

  • MSG berbentuk tepung kristal berwarna putih yang mudah larut dalam air dan tidak berbau. Unsur pokok yang terkandung dalam MSG adalah glutaman 78,2%, Natrium 12,2%, dan H2O 9,6%.
  • MSG diperoleh dari fermentasi mollasses atau dari hidrolisis gluten jagung dan gandum dengan bantuan bakteri atau jamur seperti Brevibacterium, Arthobacter, Microbacterium, atau Corynebacterium.
  • MSG awet disimpan dalam jangka waktu lama karena rendah akan kandungan air di dalamnya.
  • Beberapa efek MSG pada makanan adalah memperkuat aroma makanan, menambah total intensitas rasa pada makanan, dan mempunyai efek rasa yang sama pada air daging sehingga akan menambah kelezatan pada makanan.
  • Konsumsi MSG dalam jumlah berlebih tidak berpotensi mengganggu kesehatan tubuh. Sebab konsentrasi glutamat hanya sedikit terdapat di dalam darah. Beberapa penelitian yang dilakukan dengan menggunakan manusia dan hewan seperti tikus menunjukkan bahwa glutamat memiliki peran yang penting dalam metabolisme yang terjadi di pencernaan maupun saraf seperti sebagai perangsang utama untuk neurotransmitter di otak.

Anggapan negatif dari konsumsi MSG ini muncul karena konsumsi MSG dalam jumlah banyak akan meningkatkan reseptor glutamat di tubuh. Bila terjadi gangguan fungsi pada reseptor glutamat maka dianggap akan menyebabkan gangguan persyarafan, akan tetapi banyak ahli yang menyatakan bahwa kondisi ini bukan disebabkan oleh konsumsi glutamat dalam makanan. Karena, untuk memutuskan keamanan suatu bahan tambahan makanan atau penyebab masalah kesehatan tidak hanya berdasarkan suatu laporan dari kumpulan kasus tapi harus dilakukan dengan desain penelitian yang baik.

[feb]

sumber: https://www.merdeka.com/sehat/mengenal-sisi-lain-msg-zat-tambahan-pangan-yang-bikin-masakan-lezat.html

REAKSI ANDA?

Facebook Conversations



Artikel Terkait