menu
  • Inspirasi Millenial
  • Viral
  • Galeri
  • Video
  • LAINNYA

# Bitcoin

  • G-20 Luncurkan Kerangka Kerja Pengawasan Bitcoin Cs – read more
  • Bitcoin Sudah Bisa Penuhi Syariat Islam – read more
  • Polisi Ungkap Judi Bola Pakai Bitcoin Senilai Rp 21 Triliun – read more
  • Nilai Bitcoin Bak Roller Coaster, Bisa 'Cuan' Rp 200.000/Jam! – read more
Eating Until Die? Yuk Kenal Lebih Dekat Food Blogger Cantik Ini
Next Posts
Dia salah satu food blogger yang kerap melakukan review makanan di blognya

9,504 views

Food Blogger Eating Until Die, Icha Khairisa (sumber foto: instagram /eatinguntildiee/)

Setiap orang senang makan dan mengekspresikan dirinya melalui social media dan tulisan. Pun penggunaan social media saat ini baik di Instagram, Facebook, Twitter dan yang lainnya makin menggeliat. Kehadiran blog yang kian marak dalam satu dekade belakangan pun tak ketinggalan dimanfaatkan oleh mereka yang punya hobi makan dan berbagi pengalaman makannya dengan yang lain, hingga mereka akrab disebut dengan food blogger. 

Kali ini, tim kami mencoba mengangkat profil salah satu food blogger, yang akrab dipanggil Icha. Yuk simak hasil wawancara kami dengan Icha.  

1. Apa hobi dan pekerjaan utama Anda saat ini?

Nama lengkap saya An Nur Khairisa, dan hobi baca novel, traveling, dan food photography. Pendidikan terakhir saya adalah S1 Sastra Inggris UNJ. Oiya, saat ini saya bekerja di bagian Risk Management Coordinator di salah satu perusahaan swasta di Jakarta di bilangan Jalan Rasuna Said, Jakarta Selatan.

2. Apa alasan utama Anda menjadi food blogger?                       

Sebenernya nggak punya alasan utama karena jadi food blogger didasarkan atas kesukaan saya pada dunia menulis, awalnya. Saya mulai ngeblog di tahun 2010, dulu isinya campur-campur meskipun mostly postingannya banyak nyeritain tentang pengalaman kuliner saya. Seiring berjalannya waktu, beberapa restoran dan web panduan kuliner di era 2010-2012 banyak yang mulai mengontak saya untuk kerjasama review, jadi saat itulah saya makin yakin untuk menekuni dunia food blogging.            

3. Proses apa saja yang biasanya Anda lakukan saat mereview makanan dalam blog dan instagram Anda?

Yang pasti mencicipi makanannya, kemudian difoto dan kadang saya berbicara langsung dengan staf atau chef di restoran tersebut tentang makanan atau sejarah restorannya untuk menambah “kekayaan” tulisan saya, edit foto lalu di post di blog atau instagram.

4. Menurut Anda, perlukah food blogger memiliki keahlian dalam fotografi?

Saya rasa perlu, namun tidak perlu sampai pro banget. Setidaknya mengetahui trik dasar fotografi, simple styling, teknik pencahayaan, angle ada baiknya, karena sekarang ini pembaca blog atau IG makin jeli dan lebih ke arah visual, mereka lebih tertarik melihat postingan Instagram yang unik, beda dan pastinya fotonya menarik. 

Mongolian BBQ buffet at Cafe Gran Via @granmelia_jkt...been many years didn't pay a visit here, everyting changes and improves including their food. This tenderloin and squid with BBQ sauce is a must try! Thanks you @granmeliajkt and the girls @nadyalrsti @ruthbymarisca @ayuputripuspa @shntiaidzni for tonight!! . . #granmeliajkt #cafegranvia #tenderloin #buffeetjakarta #buffeet #igfood #foodstagram #foodamology #wonderfuldish #foodforfoodies #eatandtreats #jktfoodbang #jktfoodies #feedfeed #bdgfoodsociety #foodstagram #huffposttaste #f25grams #qraved #foodforfoodies #foodamology #foodyid #buzzfoodfeed #devourpower #foodgawker #fujifilmXA3 #tastesthisnext #hautecuisines #cheeselover #wonderfuldish #beautifulcuisines #foodgawker

A post shared by Icha Khairisa (@eatinguntildiee) on

5. Cara apa apa yang Anda gunakan agar gambar makanan yang anda review dalam blog dan instagram Anda itu berkualitas?

Saya belajar fotografi secara otodidak, sering baca-baca dan lihat-lihat blog food blogger lain untuk mendapatkan inspirasi, lalu mengeksplor gaya foto favorit saya sampai saya menemukan “oh ini lho style foto gw”. Saya pribadi lebih suka foto yang clean dan terang. Ada juga food blogger yang suka foto-nya lebih gelap, vintage atau darktone. Dengan mengetahui style saya, saya jadi lebih gampang menentukan kualitas foto yang saya mau. Lalu, rajin-rajin “mengoprek” aplikasi edit foto supaya bisa mempercantik foto tanpa mengubah tampilan aslinya.

6. Apa saja tips agar tampilan posting menarik perhatian pembaca? 

“Find your style” first lalu perbanyak ilmu fotografi danjujur. Blogger itu beda dengan media, blogger lebih blak-blakan dengan apa yang ia tulis di social media karena harfiahnya blog itu murni personal experience. Jadi, selain menemukan style foto, temukan juga kejujuran dalam tulisan kita. Nggak usah membesar-besarkan rasa makanan atau pelayanan restoran kalau pada kenyataannya sebaliknya.

7. Pernahkah diundang oleh restoran atau pusat kuliner tertentu untuk review makanan sebuah resto atau promosi makanan? 

Sering banget hehehe…

8. Tolong ceritakan pengalaman Anda mereview makanan atau kuliner tertentu, termasuk jika pengalaman tersebut ada di level internasional

Sejak blog saya aktif di 2010, sudah tidak terhitung berapa banyak restoran/café yang mengundang saya untuk mereview restoran mereka. Kalau lokasi dan waktunya sesuai dengan saya, pasti saya datangi. Tapi karena sehari-hari saya juga bekerja sebagai karyawan swasta, saya pasti akan menolak invitation yang waktunya di jam kerja hehehe…

Pengalaman review restoran diluar negeri saya hanya pernah sekali diundang ke Dubai di tahun 2016 oleh agensi yang membawahi beberapa restoran di Dubai. Ini merupakan pencapaian terbesar saya setelah hampir 5 tahun nge-blog. Saya sendiri tidak paham mengapa saya yang terpilih padahal menurut saya masih ada food blogger yang lebih keren dari saya saat itu hehehe…tapi mungkin memang rejeki kali ya. Disana saya diminta mereview sekitar 6 restoran dalam 3 hari dan diminta mengisi beragam kuesioner dan pertanyaan yang sangat banyak. Saya dan beberapa food blogger lain yang diundang juga diminta membuat draft tulisan tentang restoran tersebut dalam hari itu juga sampai tidak tidur hahaha… aslinya sih capek berat disana tapi menyenangkan karena bisa nge-trip bareng teman baru dan dapat pengalaman baru juga.

9. Mana yang lebih Anda suka? Melakukan review kuliner khas Indonesia atau luar negeri?

Indonesia! Indonesia itu kulinernya nggak habis-habis dan unik-unik. Lebih suka review kuliner Indonesia karena saya merasa target market saya orang Indonesia dan mostly juga nggak semua orang pergi ke luar negeri kan.

10. Apakah Anda mengalokasikan budget khusus untuk bisa mereview kuliner tertentu?

Nggak ada sih. Kalau ada kuliner yang lagi ingin direview ya pergi aja. Cuma masih dalam rentang kemampuan finansial saya sih

11. Apa rencana Anda ke depan terkait minat anda dalam food blogging?

Saya ingin memperbarui tampilan blog saya agar lebih user-friendly dan traffic-nya makin naik. Belum semput kesentuh urusan seperti itu saking sibuknya kerja

12. Apakah anda berminat mempunyai usaha kuliner? Jika ya/tidak,mengapa? 

Tidak. Saat ini sedang fokus mengurus anak dan karir di pekerjaan saya saat ini.

13. Sebutkan hambatan dan tantangan selama menjadi food blogger?

Hambatannya sebenernya diri saya sendiri, karena kadang setelah selesai meliput restoran, ada saja penghalang untuk menulis di blog, ya tau-tau anak sakit, kerjaan numpuk atau rasa malas yang bikin postingan jadi tertunda lama. Untuk itu saya harus mempunyai spare time di saat weekend atau setelah pulang kerja sekitar 1 jam untuk fokus menulis blog tanpa ada gangguan dari luar.

14. Siapa tokoh dalam bidang kuliner yang menjadi inspirasi Anda selama ini? 

Hans Danial pemilik blog Eat and Treats dan Julia pemilik blog Anak Jajan. Mereka food blogger yang sangat passionate dan konsisten pada hobi yang mereka tekuni. Foto-foto mereka juga sangat “iconic” dan tulisannya menginspirasi.

15. Ada tips untuk food blogger pemula/pendatang baru?

Just find your style, don’t be fake dan menulislah dengan hati dan kejujuran. Jangan berusaha jadi fake,apalagi beli followers segala demi ketenaran. Followers itu nggak abadi, yang akan dikenang itu karya kita. Be TRUE to yourself.


(⬅SWIPE➡) My last visit to Cafe Gran Via @granmelia_jkt was superb! Been so long after my last visit here and it's all been revamped! The area was extended, more choices of food sections including the new Indian food section and oh they now have live cooking station for pasta and noodle as well....Must try their salmon sashimi in Japanese section (thick slices I've ever had!), the salmon on Spanish section and the green tea ice cream (enyaak bangeeet sumpeeh) . Good news is since this is Monday, they have a promotion of BUY 1 GET 1...for only IDR315,000++ you can enjoy the all you can eat buffet til drop baby! This promo is valid from 8 January - 31 March 2018 on MONDAY only. . #cafegranvia #granmeliajakarta #buffet #allyoucaneat #hotelbuffet #buy1get1 #whatsnewjakarta #igfood #foodstagram

A post shared by Icha Khairisa (@eatinguntildiee) on

Oiya, teman-teman bisa mengunjungi blog Icha di situs eatinguntildiee.blogspot.co.id.  

REAKSI ANDA?

Facebook Conversations



Artikel Terkait