menu
  • Inspirasi Millenial
  • Viral
  • Galeri
  • Video
  • LAINNYA

# Bitcoin

  • G-20 Luncurkan Kerangka Kerja Pengawasan Bitcoin Cs – read more
  • Bitcoin Sudah Bisa Penuhi Syariat Islam – read more
  • Polisi Ungkap Judi Bola Pakai Bitcoin Senilai Rp 21 Triliun – read more
  • Nilai Bitcoin Bak Roller Coaster, Bisa 'Cuan' Rp 200.000/Jam! – read more
Hari-Hari Jelang Reformasi 20 Tahun Lalu Dalam Foto Dan Catatan
Next Posts
Fotografer Erik Prasetya merekam berbagai momen reformasi 20 tahun lalu, dari hari ke hari

20,763 views

Foto: Erik Prasetya/BBC Indonesia

okezone.com - FOTOGRAFER Erik Prasetya merekam berbagai momen reformasi 20 tahun lalu, dari hari ke hari, sejak peristiwa-peristiwa jauh sebelumnya hingga akhirnya Soeharto jatuh. Berikut adalah foto-foto yang dipilihnya sendiri, dengan catatan yang juga ditulisnya sendiri untuk BBC Indonesia.

1 Mei 1998: Krisis moneter Reformasi 98, H-20

Memasuki pertengahan 1997 krisis moneter (krismon) melanda Indonesia. Nilai rupiah anjlok terhadap dolar Amerika, yang berfluktuasi Rp12.000-Rp18.000 dari Rp2.200 pada awal tahun.

Di tengah situasi ini, tim ekonomi Soeharto justru menaikkan tarif listrik dan bahan bakar minyak. Ekonomi rakyat semakin terpuruk. Soeharto menyiasati situasi rawan pangan dengan kampanye makan tiwul, yang disampaikannya melalui televisi.

Namun Soeharto tetap penuh percaya diri, dan melakukan perjalanan ke luar negeri. Ia terbang ke Jerman untuk berobat.


Di depan Champion Cafe, November 1997. Panggilannya Akhmad, dia biasa bekerja pada berbagai induk semang. Krismon membuatnya nganggur dan memutuskan jadi pengamen. Beberapa kali dia datang ke rumah saya dan tak mau diberi sekadar pengganti ongkos. Kali terakhir dia datang saya berhasil memaksanya menerima sejumlah uang. "Lumayan untuk tambahan beli harmonika," katanya.

2 Mei 1998: Kemiskinan tersembunyi. Reformasi 98, H-19

Sidang Umum MPR 98 memberi gelar Bapak Pembangunan kepada Presiden Soeharto. Gelar ini diberikan karena Soeharto dianggap berhasil dalam pembangunan ekonomi. Selama 30 tahun kekuasaannya, pendapatan perkapita meningkat dari US$80 di tahun 1967 menjadi US$990 di tahun 1997. Ekspor meningkat dari US$ 665juta menjadi US$52 miliar.

Namun di balik angka-angka itu tersimpan angka kemiskinan yang besar jumlahnya. Bappenas pernah menyatakan bahwa jumlah penduduk miskin di tahun 1993 berjumlah 27 juta jiwa. Namun tolok ukur kemiskinan adalah setiap orang yang berpenghasilan Rp20.000/bulan. Bila batas kemiskinan tersebut menggunakan ukuran kebutuhan fisik minimum dari Depnaker tahun 1993 yaitu Rp80.000/bulan,maka sekitar 180 juta jiwa atau hampir 90% rakyat hidup dalam garis kemiskinan.

Pengamen cilik ini mengaku bernama Sumi. Saya diberi tahu oleh teman wanita yang berhasil menanyai nama dan alamatnya (ia tidak menjawab pertanyaan saya).

Sumi putus sekolah di kampungnya lalu ikut ibunya yang bekerja sebagai pengumpul barang bekas. Mereka hidup di sebuah gerobak dorong di kawasan Juanda, Jakarta. Saya masih melihatnya selama beberapa bulan sesudah itu sampai akhirnya ia menghilang. Semoga kecurigaannya pada kaum lelaki menyelamatkan Sumi dari kerasnya kehidupan Jakarta.

3 Mei 1998: Gerakan Mahasiswa 1998

Gerakan Mahasiswa terbukti menjadi gerakan yang paling konsisten melawan Orde Baru. Represi dan pemenjaraan tidak menghentikan perlawanan. Sejak 1971 hingga 1988 mereka tak henti-henti melakukan aksi-aksi penggulingan Soeharto.

Tahun 1971 mereka menyerukan golput, untuk tidak memilih dalam pemilu yang mereka anggap sekadar memenangkan Golkar, partai Soeharto. Tahun 1974 mereka kembali bergerak untuk menolak dominasi modal asing dan kepemimpinan Soeharto. Tahun 1978 mereka menuntut sidang istimewa MPR untuk meminta pertanggungjawaban Soeharto atas penyelewengan UUD 45 dan Pancasila. Akhir 1980an mahasiswa kembali bergerak untuk menunjukkan solidaritas kepada kaum tani yang tergusur: Kedung Ombo, Badega, Cimacan, Cilacap dll.

Awal 1990an radikalisme mahasiswa mulai diarahkan pada struktur politik Orde Baru. Di Jakarta FAMI melakukan aksi di DPR menuntut Sidang Istimewa. Tahun 1994 dibentuk sejumlah gerakan mahasiswa. antara lain SMID, Solidaritas Mahasiswa Indonesia untuk Demokrasi.

Jakarta Mei 1998. Eskalasi aksi mahasiswa menentang Soeharto mulai meluas ke berbagai kota. Mulanya hanya aksi di dalam kampus, kini mereka mulai bergerak melakukan unjuk rasa di jalan-jalan.

4 Mei 1998: Tapos

"Tanah ini milik keluarga kami sejak nenek moyang, tapi mereka merampasnya dengan paksa," tutur seorang petani tentang tanah Tapos yang dikuasai Soeharto dan keluarganya. Peternakan Tapos mulai dibangun tahun 1974 dengan merebut 750 hektar tanah petani. Di kawasan ini lalu dibangun berbagai proyek pertanian dan peternakan, yang sering menjadi tempat pertemuan informal Soeharto dengan para kroninya. Karena pasokan pangan hewan butuh tanah yang lebih luas, para petani dilarang menggarap kebun dan dipaksa menanam rumput gajah.



REAKSI ANDA?

Facebook Conversations



Artikel Terkait