menu
  • Inspirasi Millenial
  • Viral
  • Galeri
  • Video
  • LAINNYA

# Bitcoin

  • G-20 Luncurkan Kerangka Kerja Pengawasan Bitcoin Cs – read more
  • Bitcoin Sudah Bisa Penuhi Syariat Islam – read more
  • Polisi Ungkap Judi Bola Pakai Bitcoin Senilai Rp 21 Triliun – read more
  • Kota New York Beri Izin Mata Uang Virtual ke Perusahaan Bitpay – read more
Penyebar Video Ma’ruf Amin Berbusana Sinterklas Ternyata Guru Ngaji
Next Posts
Pelaku berinisial S (31) ditangkap di Aceh Utara pada Rabu 26 Desember 2018.

4,239 views

Calon Wakil Presiden nomor urut 01, Ma'ruf Amin. Photo : ANTARA FOTO/Irsan Mulyadi

VIVA – Penyebar, pengedit foto dan video calon wakil presiden nomor urut 01, Ma’ruf Amin menggunakan busana sinterklas ternyata seorang guru ngaji di salah satu pesantren di Aceh Utara.

Pelaku berinisial S (31) ditangkap di Aceh Utara pada Rabu 26 Desember 2018. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Lhokseumawe Inspektur Satu Riski Adrian mengatakan, S merupakan seorang guru mengaji di salah satu pesantren.

Dia hanya lulusan SMP dan telah lama tinggal di pesantren tersebut. Sehari-harinya, S tidak pernah terlibat dalam politik, aktivitasnya hanya sebagai pengajar.

Setelah ditahan selama 24 jam di Mapolres Lhokseumawe pelaku langsung dibawa ke Markas Polda Aceh. Kemudian S ditetapkan sebagai tersangka.

“Hasil gelar perkaranya telah disampaikan ke pimpinan Polda Aceh untuk dilakukan pemeriksaan lanjutan mengenai kasus ini,” kata Riski saat dikonfirmasi pada Kamis malam, 27 Desember 2018.

Status tersangka ditetapkan setelah pelaku dicerca dengan sejumlah pernyataan oleh penyidik. Kemudian polisi juga mengantongi keterangan dari ahli IT dan bahasa. Dari hasil itu pun kemudian petugas menetapkan S sebagai tersangka.

 "Dari hasil penyelidikan tersangka terbukti melakukan tindak pidana dengan cara meneruskan konten yang dapat menimbulkan unsur ujaran kebencian," ujarnya.

 Paman pelaku, Bahauddin tak menyangka keponakannya berbuat hal seperti itu. Ia mengenal S hanya seorang guru mengaji di pesantren dan taat dalam agama.

 "Dia hanya guru ngaji dan sudah 15 tahun tinggal di pesantren. Sehari-hari dia cuma mengajar, orangnya tidak pernah ke mana-mana," kata Bahauddin. Dengan kasus itu, dia mewakili keluarga pelaku meminta maaf atas perlakuan keponakannya. (hd) 

REAKSI ANDA?

Facebook Conversations



Artikel Terkait