menu
  • Inspirasi Millenial
  • Viral
  • Galeri
  • Video
  • LAINNYA

# Bitcoin

  • G-20 Luncurkan Kerangka Kerja Pengawasan Bitcoin Cs – read more
  • Bitcoin Sudah Bisa Penuhi Syariat Islam – read more
  • Polisi Ungkap Judi Bola Pakai Bitcoin Senilai Rp 21 Triliun – read more
  • Kota New York Beri Izin Mata Uang Virtual ke Perusahaan Bitpay – read more
Teka-teki Tewasnya Dosen ITB Dan Luka Di Kepala
Next Posts
Kematian pria berkacamata ini menyisakan tanda tanya besar.

15,552 views

Dosen SBM ITB, Suryo Utomo (30), pergi tanpa pesan setelah mengantar ibunda ke Terminal Leuwipanjang, Kota Bandung, Jawa Barat. Jasadnya ditemukan di Waduk Cirata, Cianjur. Kematian pria berkacamata ini menyisakan tanda tanya besar.

Suryo hilang bagai ditelan bumi sejak Rabu, 10 Mei 2017. Keluarganya kemudian melapor ke kepolisian. Keluarga memastikan Suryo tidak tidak memiliki masalah apa pun dalam keluarga kecilnya. 

Keluarga menceritakan Suryo sebelumnya pernah tidak sadarkan diri selama dua hari di Rumah Sakit Borromeus, Bandung, pada Maret 2017. Namun, berdasarkan pemeriksaan dokter, tidak ditemukan adanya penyakit yang diderita Suryo. Setelah menjalani perawatan selama sepekan itu, Suryo sering melamun. Namun ayah satu anak ini tetap menjalani kesehariannya sebagai seorang dosen di SBM ITB. Tidak ada gelagat aneh yang ditunjukkannya.

Setali tiga uang, pihak SBM ITB menilai Suryo sebagai pribadi yang baik dan tidak memiliki masalah sepanjang menjadi dosen. Suryo tercatat pertama kali bergabung dengan SBM ITB pada Juni 2010. Dia menyemat tiga gelar, yakni SE, AK, dan MAK. "Pak Suryo orangnya biasa saja. Normal-normal saja," kata Kepala Bagian Administrasi SBM ITB Sukmayani.

Jejak Suryo akhirnya terlacak saat mobil yang dikendarainya, Vios, bernopol F-1031-DC berwarna abu-abu ditemukan oleh petugas Polsek Ciranjang di perbatasan Bandung-Cianjur, Jawa Barat, pada Kamis, 11 Mei 2017. Suryo diperkirakan sempat berada di Cianjur. Dia diketahui mampir ke ATM dan salah satu toko di kawasan Ciranjang karena ditemukan struk transaksi penarikan dan pembayaran. Kondisi mobil ataupun barang-barang milik Suryo, seperti KTP, SIM, STNK, dompet, dan HP, masih rapi di dalam mobil. Kunci juga masih menggantung di mobil.

Pada Sabtu, 13 Mei 2017, sekumpulan bocah menemukan sesosok mayat yang mengambang di Waduk Cirata, Ciranjang, Kabupaten Cianjur. Mayat pria itu mengenakan kaus hitam bergambar cangkir dengan tulisan 'Djogja' dan hanya celana dalam. Anak-anak itu lalu melapor kepada petugas Polsek Ciranjang. Jasad itu kemudian dibawa ke RSUD Cianjur.

Penemuan mayat tersebut disampaikan polisi kepada keluarga Suryo. Istri Suryo memastikan jasad tersebut adalah suaminya. Ada kecocokan jenazah dengan ciri-ciri korban sebelum dinyatakan hilang. Salah satunya baju yang dikenakan oleh Suryo. Selain itu, ibunda Suryo meyakini jasad itu adalah putranya. Hal ini terlihat dari bekas operasi di dada dan adanya tanda di kaki.

Jasad Suryo kemudian diautopsi. Tim forensik dari RSUD Sayang Cianjur dan dokter kepolisian menduga Suryo meninggal dunia sekitar dua-tiga hari sebelum ditemukan di Waduk Cirata, Cianjur, pada Sabtu, 13 Mei 2017. Ada sejumlah luka yang ditemukan di tubuh Suryo. Salah satunya luka memar di bagian kepala.

Namun penyebab kematian Suryo masih menyimpan misteri dan terus diselidiki polisi. "Namun belum kita pastikan (luka) itu akibat apa, termasuk (apakah) kemungkinan penganiayaan. Kita akan pastikan karena lukanya acak," ujar Kapolsek Ciranjang Kompol Sjafri Lubis.

Demikian pula keluarga, yang meyakini Suryo tidak memiliki masalah sehingga tidak mungkin dibunuh ataupun bunuh diri. "Kita yakin Suryo tidak dibunuh, apalagi bunuh diri. Selama ini dia baik-baik saja, tidak ada masalah keluarga, apalagi punya musuh," kata paman Suryo, Widanarto.

Suryo, yang meninggalkan seorang istri, Gabriella Wibowo, dan anak pertama yang lahir sebulan lalu, telah dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikutra. 

sumber: news.detik.com

REAKSI ANDA?

Facebook Conversations



Artikel Terkait