menu
  • Inspirasi Millenial
  • Viral
  • Galeri
  • Video
  • LAINNYA

# Bitcoin

  • G-20 Luncurkan Kerangka Kerja Pengawasan Bitcoin Cs – read more
  • Bitcoin Sudah Bisa Penuhi Syariat Islam – read more
  • Polisi Ungkap Judi Bola Pakai Bitcoin Senilai Rp 21 Triliun – read more
  • Nilai Bitcoin Bak Roller Coaster, Bisa 'Cuan' Rp 200.000/Jam! – read more
6 Fakta Menarik Usmar Ismail Di Google Doodle
Next Posts
Usmar Ismail dipercaya memberi pengaruh untuk pertumbuhan teater dan film di indonesia

17,064 views

foto: Wikimedia Commons

pikiran-rakyat.com- HARI ini Google Doodle merayakan ulang tahun ke-97 dari salah satu pendiri film dan sutradara terkemuka tahun 1950-an dan 1960-an asal Indonesia, Usmar Ismail. 

Usmar Ismail dipercaya memberi pengaruh untuk pertumbuhan teater dan film di indonesia. Studio filmnya sendiri, Perfini, menghasilkan beberapa film klasik indonesia seperti Pedjuang (1960) dan Enam Djam di Djogdja (1951). Doodle hari ini menampilkan citra dari salah satu karyanya yang paling terkenal yaitu Tiga Dara (1956) yang menceritakan kisah lucu tentang kehidupan dan cinta yang melibatkan tiga saudara perempuan.

Ismail juga merupakan penyokong seni terkemuka dan kekuatan utama dibalik pembentukan National Academy of Theatre di indonesia. Usmar Ismail Concert Hall di Jakarta menyelenggarakan beberapa konser dan pertunjukan teater setiap tahunnya. 

Di balik kehebatan karya-karyanya, inilah 6 fakta menarik Usmar Ismail:

1. Pecinta Sastra

Sejak masa SMA di yogyakarta pada tahun 1940an, penggunaan Bahasa indonesia belum banyak dipakai, Bahasa Belanda dan Bahasa Jawa yang dipakai dalam pergaulan sehari-hari. Namun berbeda dengan Usmar Ismail yang menggunakan bahasa Indonesia dan suka menulis sajak dan masuk majalah AMS A dan B Yogyakarta. Beliau juga senang membaca dan berlangganan koran Tjahaya Timoer. Namun Usmar lemah di pelajaran eksak.

2. Anak Tinju

Beliau juga hobi berolahraga tinju dan pernah ikut atletik anak sekolah se-Hindia Belanda dalam bidang lari 100 meter. Walaupun hebat dalam tinju dan olahraga, namun ia selalu merasa rendah hati. 

3. Pendiri Kelab Malam 

Diluar bidang tersebut, ia menjadi orang Indonesia pertama yang mendirikan klab malam di puncak gedung Sarinah, yakni Miraca Sky pada tahun 1960-an. 

4. Aktif dalam Bidang Politik

Ia pernah menjadi ketua umum Lembaga Seniman Muslimin Indonesia (1962-1969), anggota pengurus besar Nahdatul Ulama (1964-1969), dan anggota DPRGR/MPRS (1966-1969).

5. Pengaruh

Ketika mempersiapkan Kafedo, Usmar memberi kesempatan dan mendidik anak muda yang berminat dalam penyutradaraan film. Melalui program inilah Nya Abbas Acup masuk ke dunia film. Ia juga dikenal sebagai pencetak bintang. Nurnaningsih dan indriati iskak adalah dua contoh orang yang karirnya dilejitkannya. Darah dan Doa dianggap sebagai film nasional pertama di Indonesia.

6. Kisah Tragis Kematiannya

Karena kerjasama Perfini dengan perusahaan film Italia gagal di tengah jalan, Usmar Ismail jatuh sakit. Wafat dalam kekecewaan mendalam. Pada 1970, usmar sebagai direktur Perfini bekerjasama dengan Internasional Film Company dari Italia, membuat film Adventures in Bali. Namun, proses produksi dan setelah film jadi, bermasalah.(Dhiya Awlia Azzahra)***

artikel asli: www.pikiran-rakyat.com

REAKSI ANDA?

Facebook Conversations



Artikel Terkait