menu
  • Inspirasi Millenial
  • Viral
  • Galeri
  • Video
  • LAINNYA

# Bitcoin

  • G-20 Luncurkan Kerangka Kerja Pengawasan Bitcoin Cs – read more
  • Bitcoin Sudah Bisa Penuhi Syariat Islam – read more
  • Polisi Ungkap Judi Bola Pakai Bitcoin Senilai Rp 21 Triliun – read more
  • Kota New York Beri Izin Mata Uang Virtual ke Perusahaan Bitpay – read more
Ini Amalan-Amalan Yang Dianjurkan Di Bulan Dzulhijjah
Next Posts
Memperbanyak puasa dan zikir sangat dianjurkan dilakukan pada sepuluh awal Dzulhijah

19,791 views

Jamaah haji berdoa di Padang Arafah, Makkah (Reuters)

okezone.com - Dzulhijjah merupakan bulan ke 12 dalam kalender Hijriah dan termasuk salah satu bulan suci dan dimuliakan. Banyak peristiwa besar dalam Islam terjadi di bulan ini. Muslim bahkan tak dianjurkan berperang saat Dzulhijjah, kecuali sekadar membela diri.

Pemerintah sudah menetapkan 1 Dzulhijjah 1439 Hijriah jatuh pada hari ini dan pada 22 Agustus Hari Raya Idul Adha. Dzulhijjah termasuk bulan yang di dalamnya terdapat banyak keutamaan karena ada sederet ibadah yang sangat dianjurkan dikerjakan dalam bulan ini dengan imbalan pahala berlipat ganda.

Selain kewajiban menunaikan ibadah haji dan memotong kurban bagi yang mampu, ada juga ibadah yang disunnahkan dalam bulan Dzulhijjah seperti berpuasa dan berzikir.

Memperbanyak puasa dan zikir sangat dianjurkan dilakukan pada sepuluh awal Dzulhijah. Hal ini sebagaimana dijelaskan Imam An-Nawawi dalam Al-Adzkar.

Imam An-Nawawi menjelaskan yang artinya “Ketahuilah bahwa disunnahkan memperbanyak zikir pada sepuluh awal Dzulhijjah dibanding hari lainnya. Dan di antara sepuluh awal itu memperbanyak zikir pada hari Arafah sangat disunnahkan.”

Dalil anjuran memperbanyak zikir di sepuluh awal Dzulhijjah ini adalah, “Dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan…..” (Surat Al-An’am ayat ayat 28).

Sebagaimana dikutip Imam An-Nawawi, Ibnu Abbas, As-Syafi’i, dan jumhur ulama memahami bahwa kata ayyamam ma’lumat di sini adalah sepuluh pertama Dzulhijjah.

Selain itu, dalam hadits riwayat Ahmad disebutkan bahwa “Tidak ada hari-hari yang lebih agung di sisi Allah dan amal saleh di dalamnya lebih dicintai oleh-Nya daripada hari yang sepuluh (sepuluh hari pertama dari Dzulhijjah), karenanya perbanyaklah tahlil, takbir, dan tahmid di dalamnya,” (HR Ahmad).

“Berdasarkan penjelasan di atas, dianjurkan memperbanyak zikir pada sepuluh pertama Dzulhijjah. Memperbanyak zikir lebih diutamakan lagi pada hari Arafah, yaitu tanggal 9 Dzulhijah, apalagi bagi jamaah haji. Di antara zikir yang diperbanyak adalah melafalkan tahlil, takbir, dan tahmid,” demikian seperti dilansir situs NU Online.

Sementara puasa dianjurkan mulai 1 hingga 9 Dzulhijjah. Kemudian pada 10 Zulhijjah dan Hari Tasyrik diharamkan berpuasa. Tapi, amalan yang dianjurkan dalam hari-hari tersebut adalah memotong hewan kurban.

Pada 9 Dzulhijjah bertepatan dengan Hari Arafah, di mana para jamaah haji seluruh dunia berwukuf di Padang Arafah. Hari itu juga dianjurkan berpuasa karena diyakini salah satu hikmahnya adalah bisa menghapuskan dosa.

Penceramah kondang Ustaz Abdul Somad dalam sebuah videonya menyatakan jika seseorang rajin beribadah dalam 10 hari pertama Dzulhijjah, “maka Allah akan lebih mencintai kita.”

“Mau mengaji Alquran silakan, perbanyak salat sunah, berzikir, dan sebagainya juga boleh. Tak sanggup berpuasa, silakan baca Alquran. Tak sanggup juga baca Alquran, perbanyaklah salat sunah,” katanya.

Jika itu juga tak sanggup, silakan berzikir.

(sal)

Artikel asli https://bit.ly/2nAq331

REAKSI ANDA?

Facebook Conversations



Artikel Terkait