menu
  • Inspirasi Millenial
  • Viral
  • Galeri
  • Video
  • LAINNYA

# Bitcoin

  • G-20 Luncurkan Kerangka Kerja Pengawasan Bitcoin Cs – read more
  • Bitcoin Sudah Bisa Penuhi Syariat Islam – read more
  • Polisi Ungkap Judi Bola Pakai Bitcoin Senilai Rp 21 Triliun – read more
  • Nilai Bitcoin Bak Roller Coaster, Bisa 'Cuan' Rp 200.000/Jam! – read more
Bule Marah-Marah Sebut Salawatan Sebagai Karaoke Hebohkan Dunia Maya
Next Posts
"Kenapa karaoke,?" kata pria bule kepada warga.

10,152 views

BOGOR - Masyarakat kembali dihebohkan dengan video viral di media sosial seorang warga negara asing (WNA) yang merasa terganggu mendengar salawatan dari sebuah musala di Desa Tegalwaru, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Dalam video yang berdurasi hampir 2 menit ini memperlihatkan seorang WNA yang mengenakan kaos tanpa lengan dan celana pendek tengah beradu mulut dengan warga terkait tadarusan dari pengeras suara masjid yang menurutnya sedang 'Karaoke'.

"Kenapa karaoke,?" kata pria bule kepada warga.

Mendengar penyataan itu, seorang wanita yang memakai kerudung hitam dalam video menyebut bahwa apa yang terdengar itu bukan karaoke seperti yang dimaksud sang bule melainkan solawatan.

"Bukan karaoke, salawatan," sahut wanita tersebut.

Namun bukannya mereda, bule tersebut malah terus marah-marah. Bahkan, dia sempat mengucapkan kata-kata warga yang diduga bernada ancaman.

"Lagi semalam aku marah, aku blok masjid ok? Yeah aku marah. Aku punya kawan?," ujar bule.

"Kalau kamu rusak masjid kamu melanggar," jawab warga lainnya dalam video sambil menggiring bule itu ke pinggir jalan.

"Ok no problem," jawab si bule.

Menanggapi video viral tersebut, Kapolres Bogor AKBP AM Dicky mengatakan bawah bule yang berada dalam video diketahui merupakan WNA asal Perancis bernama Frank (62). Pihaknya pun sudah melakukan penyelidikan terkait ucapannya di dalam video.

"Awalnya ada kesalahpaham antara bule itu dengan warga yang salawatan dan tadarus di musala. Karena tinggal berdepanan dengan musala, dia merasa terganggu sehingga menegur Ustadz dan cekcok mulut," katanya, Minggu (4/6/2018).

Polisi yang mendatangi lokasi langsung melakukan mediasi dengan tokoh masyarakat, MUI dan lainnya agar permasalahan ini tidak berbuntut panjang.

"Dalam mediasi Mr Frank menyadari kesalahan yang diperbuatnya karena telah emosi dikarenakan tidak mengetahui bahwa kegiatan solawatan dan tadarus merupakan kegiatan umat Muslim," paparnya.

Selain itu, kepasa polisi istri Frank, Asmini (50) mengaku bahwa suaminya memang mengidap gangguan emosional. Dia pun meminta maaf dan berjanji agar kejadian tersebut tidak terulang.

"Istri WNA tersebut menjelaskan bahwa suaminya mengidap gangguan emosi (marah-marah). Bahkan untuk tidur pun di tempatkan di luar rumah," tutupnya.

sumber asli: cek di sini 

REAKSI ANDA?

Facebook Conversations



Artikel Terkait