menu
  • Inspirasi Millenial
  • Viral
  • Galeri
  • Video
  • LAINNYA

# Bitcoin

  • G-20 Luncurkan Kerangka Kerja Pengawasan Bitcoin Cs – read more
  • Bitcoin Sudah Bisa Penuhi Syariat Islam – read more
  • Polisi Ungkap Judi Bola Pakai Bitcoin Senilai Rp 21 Triliun – read more
  • Kota New York Beri Izin Mata Uang Virtual ke Perusahaan Bitpay – read more
Sempat Diidap Ustaz Arifin Ilham, Ini Ganasnya Kanker Getah Bening
Next Posts
Seperti apa keganasan kanker getah bening atau limfoma?

5,211 views

Ilustrasi sel kanker. Photo : alternative-cancer.net

VIVA – Ustadz Arifin Ilham sempat dirawat di RSCM Kencana, Jakarta. Ia dikabarkan tengah terbaring lemah akibat penyakit yang dideritanya.

Sebelumnya, Ustaz Arifin Ilham sempat diketahui mengidap kanker getah bening stadium 4. Namun, penyakit kanker itu disebut-sebut sudah dapat disembuhkan. Lantas, seperti apa keganasan kanker getah bening atau limfoma yang sempat diderita Ustaz Arifin Ilham?

Data GLOBOCAN (IARAC) tahun 2012 menunjukkan limfoma merupakan salah satu dari sepuluh jenis kanker terbanyak di dunia. Kematian akibat limfoma masih sangat tinggi, mencapai setengah dari kasus baru. 

"Ada dua jenis limfoma, yaitu Limfoma Hodgkin (LH) dan Limfoma Non-Hodgkin (LNH). Gejala awal adalah pembengkakan kelenjar getah bening. Limfoma Hodgkin lebih mudah disembuhkan (kurang ganas) dibandingkan Limfoma Non-Hodgkin," ujar dokter spesialis onkologi medik, Dr. dr. Hilman Tadjoedin, Sp.PD-KHOM dikutip dari siaran pers PT Ferron Par Pharmacueticals, Rabu 9 Januari 2019.

Baru-baru ini, penelitian bendamustine yang dikombinasikan dengan rituximab, salah satunya dilakukan oleh Prof. Rummel MJ, MD, PhD dari RS Universitas Giessen di Jerman dan sudah dipublikasikan di jurnal kedokteran terkemuka The Lancet. Hasilnya bendamustine efektif untuk pengobatan Limfoma Non-Hodgkin.

Penelitiannya selama bertahun-tahun terhadap bendamustine menunjukkan, jumlah kematian pasien yang diobati dengan bendamustine lebih sedikit jika dibandingkan jumlah kematian pasien yang diterapi dengan obat lain (CHOP-R). Sebanyak 73,9 persen pasien Limfoma Non-Hodgkin dapat bertahan hidup sampai 10 tahun. 

Bendamustine diberikan secara suntikan intravena, diberikan sendiri atau dengan kombinasi obat lain. Pasien tidak perlu melakukan pemeriksaan genetik terlebih dahulu kecuali pada kondisi khusus. Menurut Rummel, tidak ada kontraindikasi untuk bendamustine.

"Selama pasien memiliki kondisi ginjal, liver, dan organ lain sehat, maka dapat diterapi dengan bendamustine."  

REAKSI ANDA?

Facebook Conversations



Artikel Terkait