Wed. Jan 26th, 2022
Manfaat Plogging Untuk Tubuh dan Lingkungan

Plogging merupakan olahraga populer di Swedia. Kata plogging itu sendiri adalah kata majemuk dari joging dan kata Swedia plocka upp, yang berarti mengambil. Plogging kemudian dikenal sebagai olahraga memungut sampah.

Olahraga ini dipelopori oleh seorang pencinta lingkungan bernama Eric Ahlstrom, yang diutus untuk membersihkan kota Stockholm, Swedia. Menurut Ahlstrom, Stockholm saat itu kotor dan tampak seperti tumpukan sampah. Komunitas Swedia mulai melakukan plogging pada 2016.

Sementara itu, sesuai dengan tren lari yang berkembang di Indonesia, plogging telah dilakukan oleh beberapa komunitas pelari lokal sejak Februari 2018. Salah satunya Komunitas Maros Runners di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan di mana hingga 50 kg sampah bisa dikumpulkan. Seperti halnya car free day, plogging sering dilakukan setiap akhir pekan.

Manfaat Plogging

1. Membakar Kalori Secara Efektif

Seperti halnya olahraga apa pun, melakukan plogging juga membantu tubuh Anda membakar kalori. Perbedaannya, bagaimanapun, adalah berlari dan berjongkok untuk memungut sampah sebenarnya dapat meningkatkan efisiensi pembakaran kalori Anda. Jogging selama 30 menit membakar 235 kalori dan plogging membakar 288 kalori.

2. Membantu Tubuh Lebih Sehat dan Bugar

Dengan melakukan plogging secara teratur akan membuat Anda tetap sehat dan bugar. Anda juga bisa makan dengan pola makan yang sehat dan teratur serta membuat tidur menjadi lebih nyenyak setelah berolahraga.

3. Menjaga Kelestarian Lingkungan

Manfaat lain dari plogging adalah perlindungan lingkungan. Sampah adalah masalah global yang menjadi perhatian khusus semua orang di planet ini, apa pun jenisnya. Jelas, lingkungan yang kotor dan berantakan akan membahayakan kesehatan Anda. Jadi plogging tentunya termasuk salah satu misi sosial untuk membersihkan sampah di lingkungan yang dapat membuat tubuh lebih sehat dan terhindari dari penyakit.

4. Upaya Nestlé dalam Menciptakan Lingkungan yang Bebas dari Sampah

Selain plogging, sebenarnya masih banyak tindakan lain yang bisa Anda lakukan untuk menciptakan lingkungan yang sehat dan bersih dari sampah. Sejalan dengan komitmen Nestlé untuk tidak menimbun sampah zero waste to landfill pada tahun 2025, Nestlé Indonesia telah mengimplementasikan sejumlah inisiatif, termasuk mengurangi waste disposal rate untuk semua bisnis hingga 47% antara tahun 2010 dan 2017, yang merupakan inisiatif untuk memisahkan sampah organik dan anorganik.

Nestlé juga memperhatikan pembuangan limbah makanan, yang diperkirakan mencapai 1 miliar ton per tahun di seluruh dunia. Nestlé bekerja sama dengan 20.000 petani kopi di Lampung dan 6.000 petani kakao di Mamuju untuk memantau pasokan bahan baku guna mengurangi potensi kerugian panen dan pasca panen.

Selain itu, Nestlé selalu berupaya untuk mencegah pemborosan makanan melalui proses produksi yang efisien. Dengan cara ini, diharapkan lingkungan di Indonesia juga akan lebih bersih sekaligus menjaga kelestarian selain dari plogging.

By admin